Manfaatkan Tray Semai Untuk Pembenihan Bidara

Manfaatkan Tray Semai Untuk Pembenihan Bidara

Manfaatkan Tray Semai Untuk Pembenihan Bidara

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa tanaman Bidara atau Sidr bisa dikembangbiakkan dengan cara generatif melalui benihnya. Benih tersebut diambil dari biji yang masih bercangkang dengan cara menggeprek kulit luarnya. Dalam satu biji terdapat 1-2 benih siap tanam.

Benih yang hendak disemai sebaiknya dipilih yang baik, dengan cara merendam benih sekitar 30 menit. Lalu dipilih benih yang tenggelam. Benih yang terapung menandakan tidak baik untuk pembibitan.

Kemudian siapkan media yang bertekstur remah dengan cara mencampur pupuk kompos dengan pasir. Tempatkan pada wadah dengan ketinggian 3-5cm. Siram secara merata dan diamkan selama satu hari terkena langsung sinar matahari.

Satu hari setelahnya, benih disemai dalam media tersebut. Siram dengan air menggunakan alat semprot dengan nose halus agar tekstur tanah tidak rusak atau berantakan. Benamkan benih ke dalam media semai sedalam 0,5-1cm saja. Jangan terlalu dalam, agar benih mudah berkecambah. Lalu tutup media semai dengan plastik untuk menjaga kelembabannya. Aktivitas penyemaian ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari untuk mencegah penguapan pada media semai.

Penyemaian Benih dengan Tray Semai

Cara di atas termasuk cara konvensional. Meski hasilnya juga baik, namun ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk melakukan penyemaian benih dengan menggunakan tray semai. Tray semai sendiri adalah sebuah wadah yang dibuat sedemikian rupa untuk mempermudah penyemaian benih.

Manfaat Tray Semai

Terdapat banyak alasan kenapa proses menyemai benih sebaiknya memakai wadah tray semai. Berikut beberapa manfaat dan keuntungan menyemaikan benih menggunakan tray semai.
1. Menghemat tenaga kerja karena waktu untuk menyemai dan memindahkan tanaman menjadi lebih sedikit.
2. Akar bibit tanaman tumbuh secara rapi dan teratur mengarah kebawah.
3. Benih mudah dilepaskan dari tray semai tanpa merusak bibit.
4. Memaksimalkan pemakaian lahan dan mudah dipindahkan tanpa resiko merusak tanaman.
5. Meminimalkan resiko dan mencegah tanaman terinjak atau terjatuh.
6. Dapat digunakan berulang kali sehingga mengurangi biaya produksi.
7. Mudah dalam menghitung bibit yang akan ditanam.
8. Dapat digunakan berulang kali.

Demikianlah pemanfaatan alat tray semai untuk proses penyemaian benih Bidara dengan hasil yang lebih rapi dan baik.

Kapan Waktu yang Tepat Memindahkan Benih Semai ke Polibag Pembibitan


Kapan Waktu yang Tepat Memindahkan Benih Semai ke Polibag Pembibitan

Proses pemindahan benih hasil semai ke dalam wadah atau polibag pembibitan merupakan waktu yang rawan dari kerusakan. Bahkan banyak petani yang gagal panen gara-gara tidak memperhatikan proses pemindahan benih ini.

Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah kondisi helai daun benih. Benih hasil semai terbaik yang siap untuk dipindahkan adalah benih yang telah berkecambah dan memiliki setidaknya dua helai daun yang telah membuka sempurna.

Adapun untuk benih yang telah berkecambah namun belum memiliki dua helai yang telah membuka sempurna, sebaiknya tetap ditanam di media semai. Tunggu sampai dua helai daun membuka sempurna.

Biasanya benih hasil semai yang siap untuk ditanam di polibag pembibitan berumur sekitar 5-7 hari setelah semai. Namun ini bukan patokan, sebab pertumbuhan benih Bidara tidak merata. Ada yang tumbuh cepat, dan ada yang tumbuh lambat.

Waktu Pemindahan Benih Bidara

Waktu yang tepat untuk melakukan proses pemindahan benih hasil semai ke dalam polibag pembibitan adalah pada waktu sore hari. Sore hari adalah waktu yang tepat bagi bibit untuk tetap tidak layu karena penguapan relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan waktu pagi hari.

Demikianlah pemilihan waktu yang tepat untuk memindahkan benih semai ke polibag pembibitan. Semoga bermanfaat dan jazakumulloh khoiron atas atensinya.

Seleksi Benih Bidara untuk Hasil yang Optimal

Seleksi Benih Bidara untuk Hasil yang Optimal

Seleksi Benih Bidara untuk Hasil yang Optimal

Karena benih adalah cikal bakal tanaman, maka harus bisa memastikan hanya menanam benih yang berkualitas baik. Pertumbuhan bibit Bidara tegantung dari baik tidaknya benih yang hendak disemai. Untuk itu diperlukan seleksi atau penyaringan benih sebelum disemai. 

Cara paling mudah untuk memilih benih yang terbaik adalah dengan cara merendam benih ke dalam air. Biarkan selama kurang lebih 30 menit. Lalu amati benih yang tenggelam dan terapung. Benih yang terapung menandakan benih tersebut kopong atau tidak baik. Sedangkan benih yang tenggelam termasuk benih yang baik. 

Selain itu, seleksi juga bisa dilakukan dengan mengamati kondisi fisik benih itu sendiri. Benih yang baik berkulit sempurna, tidak rusak atau lecet. Warnanya cenderung lebih cerah. Adapun benih yang berwarna gelap atau pucat, sebaiknya tidak disemai.

Itulah cara seleksi benih Bidara untuk hasil yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

Proses Pembibitan Bidara Anti Gagal

Proses Pembibitan Bidara Anti Gagal

Proses Pembibitan Bidara Anti Gagal

Setelah benih bidara berkecambah baik di media semai, maka tahapan selanjutnya adalah proses pembibitan bidara. Tahapan ini lebih mengedepankan pemindahan benih hasil semai ke dalam pot atau polibag secara sendiri-sendiri.

Persiapan Benih Bidara Hasil Semai

Pilih benih hasil semai yang telah berkecambah dan memiliki dua helai daun yang telah membuka. Sedangkan benih yang belum memiliki helai daun yang membuka tetap dibiarkan tumbuh di wadah semai. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan gagal dalam proses pemindahan benih ke dalam pot pembibitan.

Proses Pemindahan Bidara

Hal yang perlu diperhatikan dalam memindahkan benih hasil semai ke dalam pot pembibitan adalah jangan sampai merusak akarnya. Lakukan secara hati-hati dengan menggunakan pisau atau cutter agar media semai terambil semua tanpa merusak akar. Angkat secara perlahan.

Cara lain bisa pula dilakukan dengan membongkar wadah semai, lalu mengambil benih yang berkecambah. Setelah itu direndam ke dalam larutan ZPT atau zat pengatur tumbuh untuk mendapatkan hasil benih yang kuat dan tahan hama penyakit. Namun perlu diperhatikan kondisi media semai bagi benih lain yang belum siap dipindahkan.

Media Pembibitan Bidara

Tekstur media pembibitan lebih bervariatif dibandingkan dengan media semai. Tidak terlalu remah yang berisi campuran tanah, kompos, pupuk kandang dan arang sekam. Masukkan ke dalam polibag yang berukuran 10x15cm atau 12x15cm.

Setelah itu siram media dengan air secara merata. Biarkan media terkena sinar matahari langsung selama seharian penuh.

Langkah selanjutnya adalah melubangi media dengan memakai jari tangan atau alat lainnya sedalam kurang lebih 5cm. Diameter lubang sebesar 3cm.

Penanaman Bibit Bidara

Jika media pembibitan telah siap ditanami, maka segera masukkan benih hasil semai ke dalam lubang media pembibitan satu per satu. Lakukan secara hati-hati agar akar dan tangak tidak patah. Ada baiknya menyertakan tanah dari media semai agar benih tidak stress.

Jika cuaca kering atau kelembaban udara rendah, sebaiknya potong setengah helai daun benih untuk mengurangi penguapan. Akhiri dengan menutup sisi-sisi lubang pembibitan.

Perawatan Bibit Bidara

Letakkan polibag pembibitan di area yang tidak terkena sinar matahari langsung. Amati kelembaban udara dengan menyiapkan penyemprotan jika keadaan terlalu kering. Siram media pembibitan pada pagi dan sore hari. Siraman air di pagi hari lebih banyak dibandingkan pada wakto sore hari.

Catatan khusus
Semua aktivitas di atas, terutama saat pemindahan benih hasil semai ke dalam polibag pembibitan dilakukan pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penguapan yang mudah membuat bibit layu dan tidak mampu tumbuh.

Demikianlah ulasan tentang bagaimana proses pembibitan Bidara yang benar. Jazakumulloh atas perhatiannya dan semoga bermanfaat.

Bagaimana Cara Menyemai Benih Bidara yang Benar

Bagaimana Cara Menyemai Benih Bidara yang Benar

Bagaimana Cara Menyemai Benih Bidara yang Benar

Benih Bidara merupakan bakal calon perbanyakan generatif bagi tanaman Bidara. Benih ini diambil dari hasil pengelupasan buah Bidara. Biji yang dihasilkan kemudian dikelupas dengan metode geprek biji. Dalam 1 biji terdapat 1-2 benih bidara.

Seleksi Benih

Pertumbuhan bibit Bidara tegantung dari baik tidaknya benih yang hendak disemai. Untuk itu diperlukan seleksi atau penyaringan benih sebelum disemai. Cara paling mudah untuk memilih benih yang terbaik adalah dengan cara merendam benih ke dalam air. Biarkan selama kurang lebih 30 menit. Lalu amati benih yang tenggelam dan terapung.

Benih yang terapung menandakan benih tersebut kopong atau tidak baik. Sedangkan benih yang tenggelam termasuk benih yang baik. Selain itu juga diperhatikan warna benihnya. Pilih benih yang berwarna cerah atau tidak gelap. Seperti warna coklat gelap atau pucat.

Media Tanam

Media tanam untuk pembenihan juga memegang peranan penting. Karena awal dari pertumbuhan benih yakni dari medianya. Media semai lebih bertekstur remah atau tidak liat atau menggumpal. Maka campur pupuk kompos dengan pasir agar media menjadi lebih remah. Untuk menjaga media agar tidak mudah tercampur serangga dan virus, ada baiknya lakukan sangrai pada media. Yakni dengan cara menggoreng bening di atas tungku api.

Setelah itu, masukkan ke dalam wadah semai. Bisa pula memakai alat tray semai. Kemudian siram dengan air secara merata. Biarkan media dalam keadaan demikian di bawah terik sinar matahari selama satu hari penuh.

Proses Semai

Berikut langkah-langkah proses penyemaian benih Bidara
1. Lubangi media semai dengan menancapkan ujung pencil atau bolpen.
2. Letakkan benih ke dalam lubang semai tersebut secara merata satu per satu.
3. Tutup lubang semai dengan media di atasnya, jangan terlalu tebal, tipis saja.
4. Siram dengan air secara merata menggunakan alat semprot dengan nose halus.
5. Letakkan media semai di area yang teduh, tidak terkena sinar matahari secara langsung.
6. Tutup wadah media semai dengan plastik untuk menjaga kelembaban.
7. Pantau kelembaban media semai dengan menyemprotkan air di sekitar media semai.

Benih akan mulai berkecambah pada umur 3-5 hari setelah semai. Setelah kelopak benih sudah membuka dua helai, maka benih siap dibibitkan di dalam polibag tersendiri.

Demikian cara penyemaian benih Bidara yang benar. Semoga bermanfaat dan jazakumulloh atas perhatiannya.

Asal-usul Bidara dan Penyebarannya

asal bidara

Asal Bidara dan Penyebarannya

Bidara diperkirakan memiliki asal usul dari Asia Tengah, dan menyebar alami di wilayah yang luas mulai dari Aljazair, Tunisia, Libia, Mesir, Uganda dan Kenya di Afrika; Afganistan, Pakistan, India utara, Nepal, Bangladesh, Cina selatan, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia, hingga Australia. Kini bidara telah ditanam di banyak negara di Afrika, dan juga di Madagaskar. Namun yang mengembangkannya secara komersial hanyalah India, Cina, dan sedikit di Thailand.

Ekologi Tumbuh Bidara

ekologi bidara

Ekologi Tumbuh Bidara

Bidara termasuk tanaman yang mudah tumbuh di berbagai keadaan iklim. Menjadikannya sebagai salah satu tanaman yang memiliki pola penyebaran ekosistem yang lebih luas dibanding tanaman perdu sejenis.

Cuaca

Tanaman ini terutama tumbuh baik di wilayah yang memiliki musim kering yang jelas. Kualitas buahnya paling baik jika tumbuh pada lingkungan yang panas, kaya cahaya matahari, dan cukup kering; namun hendaknya mengalami musim hujan yang memadai untuk menumbuhkan ranting, daun dan bunga, serta untuk mempertahankan kelembaban tanah selama mematangkan buah. 

Curah Hujan

Bidara berkembang luas pada wilayah dengan curah hujan 300–500 mm pertahun. Untuk keperluan komersial, pohon bidara dapat dikembangkan hingga ketinggian 1.000 m dpl.; akan tetapi di atas ketinggian ini pertumbuhannya kurang baik.

Iklim

Tahan iklim kering dan penggenangan, bidara mudah beradaptasi dan kerap tumbuh meliar di lahan-lahan yang kurang terurus dan di tepi jalan. Tumbuh di pelbagai jenis tanah: laterit, tanah hitam yang berdrainase baik, tanah berpasir, tanah liat, tanah aluvial di sepanjang aliran sungai (riparian).

Ragam Manfaat Bidara

manfaat bidara

Ragam Manfaat Bidara

Kepopuleran pohon bidara juga terletak pada manfaat yang begitu melimpah. Bisa dikonsumsi secara langsung sebagai bagian dari bahan makanan, sebagai sarana pengobatan hingga kecantikan kulit wajah.

Manfaat Buah Bidara

Buah bidara kultivar unggul diperjual belikan sebagai buah segar, untuk dimakan langsung atau dijadikan minuman segar. Di beberapa tempat, buah ini juga dikeringkan, dijadikan manisan, atau dibuat setup. Buah muda dimakan dengan garam atau dirujak. Buah bidara merupakan sumber karoten, vitamin A dan C, dan lemak.

Manfaat Daun Bidara

Daun-daunnya yang muda dapat dijadikan sayuran. Daunnya yang tua untuk pakan ternak. Rebusan daunnya diminum sebagai jamu. Daun-daun ini membusa seperti sabun apabila diremas dengan air, dan digunakan untuk memandikan orang yang sakit demam. Dalam Islam, daun-daun bidara digunakan untuk memandikan mayat.

Manfaat Kulit Kayu Bidara

Selain daun, buah, biji, kulit kayu, dan akarnya juga berkhasiat obat, untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal obat luka. Di Jawa, kulit kayu ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan; dan di Malaysia, kulit kayu yang dihaluskan dipakai sebagai obat sakit perut. Kulit kayu bidara diyakini memiliki khasiat sebagai tonikum, meski tidak terlalu kuat, dan dianjurkan untuk penyakit lambung dan usus. Kulit akarnya, dicampur dengan sedikit pucuk, pulasari, dan bawang putih, diminum untuk mengatasi kencing yang nyeri dan berdarah.

Manfaat Kayu Batang Bidara

Kayunya berwarna kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama. Kayu ini dijadikan barang bubutan, perkakas rumah tangga, dan peralatan lain. Di Bali, kayu bidara dimanfaatkan untuk gagang kapak, pisau, pahat, dan perkakas tukang kayu lainnya. Berat jenis kayu bidara berkisar antara 0,54-1,08. Kayu terasnya yang bervariasi dalam warna kuning kecokelatan, merah pucat atau cokelat hingga cokelat gelap, tidak begitu jelas terbedakan dari kayu gubal. Kayu ini dapat dikeringkan dengan baik, namun kadang-kadang sedikit pecah. Di samping penggunaan di atas, kayu bidara juga cocok digunakan untuk konstruksi, furnitur dan almari, peti pengemas, venir dan kayu lapis.

Bidara menghasilkan kayu bakar yang berkualitas baik; nilai kalori dari kayu gubalnya adalah 4.900 kkal/kg. Kayu ini juga baik dijadikan arang. Ranting-rantingnya yang menjuntai mudah dipangkas dan dipanen sebagai kayu bakar.

Kulit kayu dan buah bidara juga menghasilkan bahan pewarna. Bahan-bahan ini menghasilkan tanin dan pewarna coklat kemerahan atau keabuan dalam air. Di India, pohon bidara juga digunakan dalam pemeliharaan kutu lak; ranting-rantingnya yang terbungkus kotoran kutu lak itu dipanen untuk menghasilkan sirlak (shellac).

Bagaimana, menarik bukan. Itulah manfaat pohon bidara bagi kehidupan manusia.

Sekilas Pohon Bidara

sekilas bidara

Sekilas Pohon Bidara

Pohon bidara termasuk tanaman perdu atau pohon kecil. Batangnya bengkok. Tinggi mencapai 15 meter. Diameter batang bisa mencapai ketebalan hingga 40 cm. Cabang-cabangnya menyebar dan terkadang menjuntai. Ranting dedaunan tumbuh simpang siur dan berambut pendek. 

Daun
Daun-daun penumpu terdapat duri. Tumbuh sendirian dan lurus (5–7 mm). Berbentuk pasangan dimorfis, di mana yang kedua lebih pendek dan melengkung. Adapula bidara yang tidak ada duri diantara penumpu daunnya.

Daun-daun tunggal terletak berseling. Helai daun bundar telur menjorong atau jorong lonjong dengan ukuran 2-9 cm x 1,5-5 cm. Tepi daun rata atau sedikit menginggit. Sisi atasnya gundul dan mengkilap.Tiga tulang daun utama yang tampak jelas membujur sejajar. Bertangkai pendek 8–15 mm.

Bunga
Perbungaan berbentuk payung menggarpu tumbuh di ketiak daun, panjang 1–2 cm, berisi 7-20 kuntum. Bunga-bunga berukuran kecil, bergaris tengah antara 2-3 mm. Warna kekuningan. Baunya sedikit harum. Bertangkai 3-8 mm. Kelopak bertajuk 5 bentuk delta (bentuk agak segitiga). Berambut di luarnya dan gundul di sisi dalam. Jumlah mahkota bunga 5, dengan bentuk seperti sudip, cekung dan melengkung.

Buah
Buah batu berbentuk bulat hingga bulat telur. Ukurannya 6 cm × 4 cm pada kultivar-kultivar yang dibudidayakan. Meskipun banyak pula yang berukuran lebih kecil. Berkulit halus atau kasar, mengkilap, tipis namun liat. Warnanya kekuningan, kemerahan hingga kehitaman jika masak. Tekstur daging buahnya putih, mengeripik, dengan banyak sari buah yang agak masam hingga manis rasanya, menjadi menepung pada buah yang matang penuh.

Biji
Biji terlindung dalam tempurung yang berbingkul dan beralur tak teratur. Di dalamnya berisi 1-2 inti biji yang coklat bentuk jorong. Yang selanjutnya dinamakan benih guna perbanyakan generatif melalui benih.

Itulah sekilas informasi seputar pohon bidara.

Aneka Ragam Nama Lain Bidara

nama bidara

Aneka Nama Lain Bidara

Keopuleran pohon bidara jadi eksotisme tersendiri. Apalagi didukung fakta banhwa ternyata nama lain atau sebutan untuk pohon perdu hijau ini sangat banyak. Baik lokal maupun manca negara.

Bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Tanaman ini dikenal pula dengan pelbagai nama daerah seperti widara atau dipendekkan menjadi dara; bukol; bĕkul; ko; kok; kom, kon; bĕdara; bidara; rangga; serta kalangga. Itu adalah nama-nama lain bidara dari lokal domestik Indonesia.

Sedangkan untuk sebutan bidara di manca negara juga tak kalah bervariasinya. Diantaranya, bidara, jujub, epal siam untuk negara Malaysia; manzanitas untuk negara Filipina, zee-pen untuk negara Burma; putrea untuk negara Kamboja; than sebutan bidara di negara Laos; phutsaa, ma tan untuk negara Thailand; dan tao, tao nhuc sebutan bagi bidara di negara Vietnam.

Sedangkan untuk negara Eropa seperti Inggris, bidara disebut dengan nama Jujube, Indian Jujube, Indian plum, atau Chinese Apple. Bagi negara Prancir, bidara dikenal dengan nama Jujubier.

Itulah aneka ragam penamaan pohon bidara di negara Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Kategori

Kategori